SURABAYA, 8 Juni 2026 – Sebanyak 15 siswa-siswi terbaik dari SD Muhammadiyah 12 Surabaya resmi mengikuti gelaran bergengsi Olimpiade Sains Nasional Tingkat Kabupaten/Kota (OSN-K) Surabaya tahun 2026. Ajang kompetisi sains tahunan ini menjadi panggung bagi para kader muda sekolah untuk unjuk bakat di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Keikutsertaan belasan siswa ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan SD Muhammadiyah 12 Surabaya dalam mencetak generasi yang unggul dalam bidang akademik, kompetitif, serta berkarakter islami.
Persiapan Matang dan Dukungan Penuh
Para delegasi yang terpilih ini merupakan siswa-siswi pilihan yang telah melewati proses seleksi internal ketat serta bimbingan intensif selama beberapa bulan terakhir. Guru pendamping dan tim bina prestasi sekolah memberikan pembekalan materi mendalam, latihan soal-soal hingga simulasi ujian berbasis komputer guna memastikan kesiapan mental dan teknis para peserta.
Kepala Sekolah SD Muhammadiyah 12 Surabaya Ustadzah Lin Hidayati S.Pd menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas semangat juang yang ditunjukkan oleh para siswa.
“Kami sangat bangga melihat 15 delegasi terbaik kami berdiri di sini siap membawa nama baik sekolah. OSN-K bukan sekadar tentang menang atau kalah, melainkan proses mengasah mental juara, kejujuran, dan daya pikir kritis sejak dini. Kami mohon doa restu dari seluruh wali murid dan masyarakat agar anak-anak diberikan kelancaran dan hasil terbaik,” ujarnya.

Optimisme di Tengah Kompetisi Ketat
Kompetisi OSN-K Surabaya tahun ini diikuti oleh ribuan siswa sekolah dasar dari berbagai wilayah di Kota Pahlawan. Kendati persaingan terbilang sangat ketat, raut wajah optimis dan antusiasme tinggi terpancar dari para siswa SD Muhammadiyah 12 Surabaya saat memasuki ruang ujian.
Dengan persiapan yang matang dan sistem kompetisi yang kini memanfaatkan teknologi digital, pihak sekolah optimis beberapa delegasi mampu melaju ke tingkat provinsi (OSN-P) hingga menembus tingkat nasional.
Ajang OSN-K 2026 ini diharapkan dapat menjadi pemantik motivasi, tidak hanya bagi peserta yang sedang berjuang, tetapi juga bagi seluruh siswa-siswi SD Muhammadiyah 12 Surabaya untuk terus mencintai sains dan enggan berhenti berprestasi.
(Humas Dubes)

