SHQ SDM 12 SURABAYA – Dua siswa kelas VI Al Ahkof SD Muhammadiyah 12 Surabaya (SDM 12), Andien dan Valerie, menunjukkan keberanian dan keterampilan jurnalistik dengan mewawancarai Prof. Dr. Kozin, Ketua Majelis Dikdasmen PNF PWM Jawa Timur, Sabtu (5/9/2026).
Wawancara tersebut dilakukan di sela-sela kegiatan yang digelar Majelis Dikdasmen PNF PCM Bubutan di SMP Muhammadiyah 7 Surabaya. Kesempatan bertemu tokoh pendidikan tersebut dimanfaatkan Andien dan Valerie untuk menggali pengalaman sekaligus meminta kiat sukses dan persiapan menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Dengan percaya diri, keduanya melontarkan sejumlah pertanyaan kepada Prof. Dr. Kozin. Salah satunya mengenai perasaan beliau saat hadir dan mengisi kegiatan di lingkungan pendidikan Muhammadiyah.
“Senang, karena bisa bersilaturahim. Intinya senang bertemu banyak orang dan berbagi pengalaman,” ujar Prof. Dr. Kozin.
Tak berhenti di situ, Andien dan Valerie kemudian menanyakan rahasia kesuksesan yang telah diraih Prof. Kozin. Jawaban yang diberikan ternyata sederhana, tetapi sarat makna.
Menurut Prof. Kozin, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan. Kemauan dan ketekunan menjadi kunci utama seseorang untuk mencapai keberhasilan.
“Orang biasa-biasa tetapi tekun pasti sukses. Sedangkan orang pintar tanpa kemauan dan ketekunan, maka dia akan menjadi orang biasa-biasa saja,” tuturnya.
Pesan Khusus untuk Siswa Kelas VI
Pertanyaan berikutnya menjadi semakin relevan bagi Andien, Valerie, dan siswa kelas VI lainnya yang tengah mempersiapkan diri menghadapi TKA.
Prof. Kozin berpesan agar para siswa tidak hanya fokus mengejar nilai akademik. Menurutnya, keberhasilan harus berjalan beriringan dengan sikap dan akhlak yang baik.
“Attitude atau akhlak harus dijaga agar kita semua menjadi anak-anak yang baik. Berdoa agar keberhasilan kita mendapat rida dari Allah,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi bekal berharga bagi para siswa kelas VI. Persiapan menghadapi TKA bukan hanya tentang seberapa banyak materi yang dikuasai, tetapi juga tentang bagaimana siswa membangun sikap, menjaga akhlak, tekun belajar, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Bagi Andien dan Valerie, pengalaman mewawancarai langsung salah satu tokoh pendidikan Muhammadiyah Jawa Timur itu menjadi pengalaman berharga. Selain melatih keberanian berbicara, keduanya juga belajar bagaimana menggali informasi dari narasumber dan menyampaikan kembali pesan penting kepada pembaca.
*Dari keberanian bertanya, lahir pengalaman. Dari ketekunan belajar, tumbuh kesuksesan. Dan dari akhlak yang baik, keberhasilan menjadi lebih bermakna.*

