Dari Rumah Kos Guru, Perkuat Tradisi Belajar dan Ibadah Para Ustaz-Ustazah
SURABAYA — Suasana berbeda terasa di rumah kos milik Bu Nunuk, Sabtu (15/8). Rumah yang selama kurang lebih delapan tahun ditempati Ustadzah Andri Dwi Jayanti, salah satu guru SHQ SDM 12 Surabaya, menjadi tempat berlangsungnya kegiatan Taklimul Muta’alim yang diikuti para guru dan karyawan SHQ SDM 12 Surabaya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari agenda rutin sekolah dalam menjaga tradisi belajar bersama sekaligus memperkuat wawasan keislaman para ustadz-ustadzah, sapaan bagi guru di lingkungan SHQ SDM 12 Surabaya.
Ustadzah Andri Dwi Jayanti, yang berasal dari Pacitan, menyampaikan sambutan sebagai shohibul bait atau tuan rumah. Ia menyambut hangat kehadiran para guru dan karyawan yang mengikuti kegiatan tersebut di tempat tinggalnya.
Usai sambutan shohibul bait, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan Al-Qur’an Surah Asy-Syura ayat 16–44 secara bergantian. Suasana pun berlangsung khidmat sebelum peserta memasuki sesi utama, yakni kajian keislaman.
advertise SPMB SD MUHAMMADIYAH 12 2027 -2028
Menambah Wawasan Secara Berkelanjutan
Kepala SHQ SDM 12 Surabaya Lin Hidayati dalam sambutannya menyampaikan bahwa Taklimul Muta’alim merupakan kegiatan yang dilaksanakan secara rutin. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi para guru dan karyawan agar wawasan keislaman dapat terus berkembang secara berkelanjutan.
“Mulai dari bagaimana kita masuk dan memahami Muhammadiyah, tuntunan ibadah yang dicontohkan Rasulullah SAW, hingga amalan-amalan yaumiyah lainnya,” demikian garis besar yang disampaikan kepala sekolah.
Menurutnya, kegiatan semacam ini tidak hanya menjadi sarana menambah pengetahuan, tetapi juga menjadi bagian dari proses menjaga semangat belajar dan memperkuat pengamalan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menghidupkan Keberkahan Waktu Fajar
Memasuki acara inti, para guru dan karyawan menyimak kajian yang disampaikan oleh Dr. Imam Syaukani, MA. dengan tema “Keutamaan Waktu Fajar dan/atau Subuh.”
Dalam kajiannya, Dr. Imam Syaukani menjelaskan bahwa waktu Fajar dan Subuh memiliki kedudukan istimewa dalam Al-Qur’an dan hadis. Waktu tersebut bukan sekadar pergantian malam menuju pagi, tetapi juga merupakan waktu yang sarat dengan nilai ibadah, keberkahan, dan momentum mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ia menguraikan sejumlah keutamaan waktu Subuh. Salah satunya adalah salat Subuh yang disaksikan oleh para malaikat. Dalam hadis dijelaskan bahwa malaikat malam dan malaikat siang berkumpul pada waktu salat Subuh dan Ashar.
Al-Qur’an juga memberikan perhatian khusus terhadap waktu Fajar. Salah satunya melalui firman Allah dalam QS Al-Isra’ ayat 78 yang menyebutkan bahwa bacaan atau salat Subuh disaksikan oleh para malaikat.
Selain itu, waktu menjelang Subuh atau waktu sahur menjadi momentum yang sangat baik untuk memperbanyak istighfar dan doa. Hal tersebut antara lain disebutkan dalam QS Ali Imran ayat 15–17 tentang orang-orang yang memohon ampun pada waktu sahur.

Subuh dan Pagi, Momentum Memulai Hari
Kajian juga membahas sejumlah hadis mengenai keutamaan salat Subuh. Di antaranya, salat Subuh dan Isya disebut sebagai salat yang berat bagi orang-orang munafik. Sebaliknya, orang yang menjaga salat Subuh mendapatkan keutamaan dan perlindungan dari Allah SWT.
Salat Subuh berjamaah juga memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah SAW menggambarkan orang yang melaksanakan salat Isya berjamaah seolah-olah telah melakukan salat malam selama separuh malam. Sementara orang yang melaksanakan salat Subuh berjamaah seolah-olah telah melaksanakan salat malam sepanjang malam.
Tidak kalah istimewa adalah dua rakaat sunah sebelum Subuh. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah SAW menyebutkan bahwa dua rakaat tersebut lebih beliau cintai daripada dunia dan seluruh isinya.
Dr. Imam Syaukani juga mengingatkan bahwa pagi hari merupakan waktu yang penuh keberkahan. Karena itu, seorang muslim dianjurkan mengawali pagi dengan berbagai amal kebaikan, seperti salat, zikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, beristighfar, dan bersedekah.
Pesan penting yang dapat diambil dari kajian tersebut adalah bahwa waktu Subuh bukan sekadar waktu untuk menunaikan kewajiban salat, tetapi juga kesempatan untuk membangun kualitas diri sebelum menjalani aktivitas sepanjang hari.

Menjadi Kebiasaan, Bukan Sekadar Pengetahuan
Di akhir kajian, peserta diajak untuk tidak berhenti pada pemahaman tentang keutamaan waktu Subuh. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diwujudkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Waktu Subuh memiliki banyak keutamaan: disaksikan para malaikat, menjadi waktu pergantian malaikat malam dan siang, menjadi momentum memperbanyak istighfar dan doa, serta menjadi awal yang baik untuk memohon keberkahan dalam menjalani aktivitas.
Bagi keluarga besar SHQ SDM 12 Surabaya, kegiatan Taklimul Muta’alim diharapkan menjadi salah satu ikhtiar untuk terus belajar, mengamalkan, dan mengajarkan nilai-nilai Islam secara berkelanjutan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan *ramah tamah dan foto bersama*. Suasana kekeluargaan pun terasa semakin hangat, menutup kegiatan belajar bersama yang berlangsung di kediaman Ustadzah Andri tersebut.
Ustadzah Fatimah

