SHQ – Sekolah Hafidz Qur’an SD Muhammadiyah 12 Surabaya sukses menggelar program Karantina Tahfidz intensif selama satu hari penuh pada Kamis, 14 Mei 2026. Bertempat di sekolah, kegiatan ini menjadi bagian krusial dari program Sekolah Hafalan Quran (SHQ) SD Muhammadiyah 12 Surabaya untuk meneguhkan kualitas hafalan siswa. Agenda khusus tersebut difokuskan sebagai persiapan akhir menjelang munaqosah tahfidz resmi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026.
Capaian hafalan para peserta dalam ujian ini sangat luar biasa
Karantina satu hari ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas 6 yang berjumlah 89 anak. Sebagai calon lulusan sekolah dasar yang akrab dengan julukan Sekolah Hafidz Qur’an, maka mereka wajib melalui tahapan karantina dan munaqosah tahfidz sebagai salah satu syarat kelulusan. Capaian hafalan para peserta dalam ujian ini sangat luar biasa, bergerak variatif mulai dari Juz 30 hingga target tertinggi mencapai 15 Juz.
Kepala SD Muhammadiyah 12 Surabaya, Ustadzah Lin Hidayati, S.Pd., menjelaskan bahwa karantina tahfidz ini sangat penting untuk mematangkan kesiapan psikologis, mental, dan spiritual anak-anak sebelum mereka berhadapaan dengan munaqis dari Kemenag Kota Surabaya. Untuk menghadapi penguji secara langsung memerlukan rasa percaya diri yang tinggi selain dari aspek kelancaran (itqan) hafalan itu sendiri. Melalui karantina ini, pihak sekolah memastikan setiap siswa telah memenuhi standar mutu terbaik agar siap dan sukses menempuh munaqosah tahfidz esok hari..
Kegiatan karangtina diawali dengan murojaah dan sholat dhuha bersama di masjid Al-Jihad, dilanjutkan informasi teknis terkait pelaksanaan karangtina tahfidz oleh koordinator AAIK (Al-Qur’an, Al-Islam, dan Kemuhammadiyahan) yaitu Drs. Maskan, M.PdI. Setelah itu siswa dikondisikan dalam ruang-ruang khusus sesuai dengan kelompoknya untuk melakukan murojaah secara intensif dengan ustad/ustdzah pembina masing-masing. Untuk menguji kekuatan hafalan secara riil, karantina ini dibagi menjadi dua, yaitu sesi utama uji dengar hafalan (tasmi’). Tasmi’ Sesi 1 dilaksanakan pada pagi hari, difokuskan untuk memperkuat kelancaran ayat-ayat yang sudah dihafal oleh siswa. Sementara itu, Tasmi’ Sesi 2 dilanjutkan pada siang hingga sore hari sebagai simulasi akhir (try out) munaqosah, di mana para ustad/ustadzah bertindak sebagai penguji untuk melatih kelancaran, makhorijul huruf, dan ketepatan tajwid saat menjawab sambung ayat secara acak.
Keberhasilan karangtina tahfidz ini tidak lepas dari peran besar dan dukungan penuh orang tua siswa. Sejak dari rumah, para orang tua secara aktif menjaga iklim belajar yang kondusif, memotivasi anak untuk konsisten murajaah, hingga memastikan kesiapan fisik anak tercukupi sebelum karantina dimulai serta tiada henti memanjatkan doa restu demi kemudahan buah hati mereka dalam menghadapi ujian. Kolaborasi erat antara sekolah dan orang tua melalui rangkaian kegiatan karangtina tahfidz ini menjadi energi positif utama bagi Sekolah Hafidz Qur’an SD muhammadiyah 12 dalam melahirkan generasi Qur’ani yang berkualitas.
Lin Hidayati